SURAT UNTUK ISTIFA Ø Kuswaidi Syafei Atas nama keheningan cuaca subuh dan senja yang telah lama tiarap di negeriku, kukirimkan lagi sebuah surat kencana kepadamu yang lama berdomisili di sana, di keteduhan Negeri Impian, di balik Pulau seribu kenanga. Tentu engkau masih ingat, Istifa, bahwa suratku kali ini yang kukirimkan kepadamu adalah surat yang ketiga puluh tiga kalinya, bagian terpenting dari berbagai episode surat-suratku untukmu yang berkisah tentang pahitnya garam samudra, tentang angin yang kemudian berubah menjadi topan, tentang subuh yang jelita namun selalu dirundung derita, tentang anak-anak kecil yang tidak pernah henti menangis, tentang sungai-sungai yang telah dikeringkan oleh berbagai hipokrisi dan angkara murka, dan sebagainya, dan sebagainya. Semua itu, istifa, bukanlah merupakan hal yang asing atau ajaib di negeriku, tapi telah menjadi peristiwa-peristiwa lumrah yang bias...
Komentar
Posting Komentar