- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan
Jalan Menuju Rumahmu
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Jalan Menuju Rumahmu Karya : Acep Zamzam Noor Jalan menuju rumahmu kian memanjang Udara berkabut dan dingin subuh membungkus perbukitan Aku menggelapar Di tengah salak anjing dan ringkik kuda Engkau di mana? Angin mengupas lembar-lembar kulitku Dan terbongkarlah kesepian dan tulang-tulang rusukku Bulan semakin samar-samar dan gemetar Aku menyusuri pantai, menghitung lokan dan bicara pada batu karang. Jalan menuju rumahku kian lengang Udara semakin tiris dan langit menaburkan serbuk gerimis Aku pun mengalun bersama gelombang Meliuk mengikuti topan dan jumpalitan Bagai ikan, tapi matamu kian tak tergambarkan Kulit-kulit kayu, daun-daun lontar, kertas-kertas tak lagi Menuliskan igauanku semuanya beterbangan dan hangus Sepertinya putaran waktu. Kini tak lagi sisa Tak ada lagi yang tinggal pada pasir dan kelopakku Kian runcing dan pucat. Kembali aku bergulingan Bagai cacing dan pucat. Bersujud lama sekali Engkau siapa? Sebab telah kutatah nisa...
Cerpen 2: MBC
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
SURAT UNTUK ISTIFA Ø Kuswaidi Syafei Atas nama keheningan cuaca subuh dan senja yang telah lama tiarap di negeriku, kukirimkan lagi sebuah surat kencana kepadamu yang lama berdomisili di sana, di keteduhan Negeri Impian, di balik Pulau seribu kenanga. Tentu engkau masih ingat, Istifa, bahwa suratku kali ini yang kukirimkan kepadamu adalah surat yang ketiga puluh tiga kalinya, bagian terpenting dari berbagai episode surat-suratku untukmu yang berkisah tentang pahitnya garam samudra, tentang angin yang kemudian berubah menjadi topan, tentang subuh yang jelita namun selalu dirundung derita, tentang anak-anak kecil yang tidak pernah henti menangis, tentang sungai-sungai yang telah dikeringkan oleh berbagai hipokrisi dan angkara murka, dan sebagainya, dan sebagainya. Semua itu, istifa, bukanlah merupakan hal yang asing atau ajaib di negeriku, tapi telah menjadi peristiwa-peristiwa lumrah yang bias...
Cerbung: AK_304-02
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Siapakah Mereka Itu? Aku bergegas berlari menghampiri mobil mini bus Toyota Rush silver di parkiran, yang dikemudikan Roni. Aku berusaha melihat ke sekeliling stasiun, berharap masih bertemu dengan gadis yang duduk di depanku tadi. Roni berusaha menjelaskan kepadaku tentang identitas korban. Tapi pikiranku masih menempel pada gadis tadi yang bernama Rina. “Ada yang tak beres,” pikirku. “Apa benar itu dia? Sambil kulihat lagi foto itu, dan ku baca namanya, “Ranti namanya ada kemiripan. Namun, aku yakin dia manusia, masa dia hantu?” sambil ku lempar foto itu ke dalam fail dokumen,… pikiranku kacau. “ Apa dia kembarannya?” ku cari alternatif pikiran lainnya. “Hai …! Kamu kenapa?” tanya Roni mengagetkan lamunanku. “Eh… enggak … engak apa-apa,” sambil kulihat lagi foto korban. “Dia cantik sekali, mengapa dia dibunuh?” pertanyaan terus menerus berkecamuk di pikiranku. “Menurutmu korban kenapa?” Tanyaku lagi. “Alibiku dia dibunuh pacarnya,” jawab Roni “...
Cerbung AK_304- 01:
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apakah Itu Kamu? Kunaiki tangga gerbong kereta api, kucari tempat duduk sesuai karcis yang kupegang. Kucocokan nomer kursi dengan nomor karcisku . T ak dinyana seorang gadis cantik melankolis duduk didepan kursiku. Dia sendu, diam tak bergeming. Tatapan kosong melihat ke luar jendela. Akupun duduk di kursi depan dia. Ku benahi tas ransel bawaanku. Kubuka jaket kulitku dan disimpan disebelah tas. Tak begitu lama kereta pun melaju pelan keluar dari stasiun. Aku berupaya menarik perhatian dia supaya dia meli h atku. Tapi dia tetap saja terdiam melihat pemandangan di luar jendela. Aku berusaha bereaksi sambel berdehem, " Ehem .. , " ku berusaha mengalihkan perhatian dia. Dia tetap diam seperti tak peduli denganku. Akhirnya aku menyerah sementara ter diam. Lama terdiam, aku terusik untuk bertanya. "Mau kemana Dik?" tanyaku sambil memandang matanya. Dia hanya melirik menatapku sejanak. Tidak lama ke l uar rembesan air di sudut matanya, matanya mulai ber...
Artikel:
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pemahaman Pendidikan Sex di Sekolah Pentingnya pendidikan sex diterapkan sejak dini pada para remaja, terutama anak-anak SMP yang mulai mengalami masa pubertas (usia 13 s.d 15 tahun) harus sudah memahi pentingnya sex. Pengaruh canggihnya dunia maya yang menampilkan segala macam, bila tidak di filter, maka akan merusak perkembangan psikologis anak. Kirikulum IPA terpadu di SMP, mulai memperkenalkan tentang pendidikan sex kepada siswa, bagaimana mengetahui tentang menstruasi, alat reproduksi, masa pembuahan, dan penyakit-penyakit kelamin. Hal ini penting disampaikan karena melihat perkembangan masa pubertas pada anak. Anak perempuan mengalami pubertas mulai pada usia 13 tahun atau sudah mengalami menstruasi, bila anak sudah mengalami menstruasi dan melakukan hubungan sex maka akan terjadi pembuahan atau kehamilan. Selain itu akan terjadi proses pembuahan (Fertilasi) yang akan membentuk zigot yakni pertemuan se...
Cerpen 1: MBC
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Cerpen 1: MEMANJAT BUKIT CAHAYA Ø Kuswaidi Syafei Matahari telah lingsir ke arah barat, beranjak menyongsong kolam kebakaan yang teramat luas dan dalam, tempat ia melihat wajahnya sendiri yang sunyi dan abadi. Sinarnya yang mulai memerah membias menghiasi langit Jember yang telah retak, membentuk garis-garis berliku dan terpatah-patah yang sangat sulit untuk diterima dengan lapang dada: kemasgulan yang memang sejak lama mengeram di ranting-ranting pohon jiwaku tidak kabur karenanya. Bahan semakin menyempurnakan eksistensinya. “Bagaimana engkau memandang matahari saat ini, Mas? Sepotong kesunyian melompat dari lidah adikku Istifa, memulai obrolan yang sesungguhnya menyangkut persoalan serius tapi diungkapkan dengan bahasa yang amat santai. Maklumlah Istifa seorang yang periang yang tidak mau mengerutkan kening meski berhadapan dengan prob...